ESSAY PJJ UII: M-COACH: Metacognitive-Oriented AI Coach Berbasis Platform AI Eksisting sebagai Pendamping Kesadaran Belajar Siswa SMA dalam PJJ
M-COACH: Metacognitive-Oriented AI Coach Berbasis Platform AI Eksisting sebagai Pendamping Kesadaran Belajar Siswa SMA dalam PJJ
M. DIMAS IBNU PRATAMA
SMAN 1 TERARA
PENDAHULUAN
Dalam perjalanan belajar, kita sering menyadari bahwa tidak semua
tantangan muncul dari sulitnya materi, tetapi dari bagaimana kita mengelola proses
belajar tersebut. Refleksi inilah yang membawa saya kembali pada masa ketika
pandemi COVID-19 melanda dan seluruh sekolah dipaksa beralih ke pembelajaran
jarak jauh (PJJ). Saat itu saya masih SMP, pengalaman belajar menjadi kacau.
Rumah saya bahkan dijadikan tempat penitipan tugas karena banyak siswa dan
orang tua belum memahami platform PJJ serta guru lebih mudah mengoordinasikan
pengumpulan melalui saya. Situasi ini menunjukkan betapa rendahnya kesiapan
digital dan betapa terbatasnya dukungan teknologi pada masa itu.
Pengalaman tersebut sejalan dengan temuan Putri et al. (2025) bahwa
pelajar, sering membutuhkan dukungan emosional ketika menghadapi kebingungan
dan tekanan dalam interaksi digital. Dalam PJJ, kebutuhan ini semakin besar karena
siswa harus menavigasi proses belajar secara mandiri. Harahap & Manurung (2023)
juga menegaskan bahwa keberhasilan PJJ sangat bergantung pada kemampuan self
regulated learning dan metakognisi keterampilan yang belum dimiliki sebagian
besar siswa. Di sisi lain, Diantama(2023) menyatakan bahwa kecerdasan buatan
(AI) mampu meningkatkan motivasi dan pemahaman konsep pada siswa.
Saat sudah duduk di bangku SMA saat ini, saya melihat bahwa tantangan
serupa masih muncul dalam belajar jarak jauh maupun belajar mandiri. Banyak
siswa belum tahu dari mana memulai atau bagaimana menilai pemahamannya
sendiri. Karena itu, esai ini mengusulkan gagasan M-COACH (Metacognitive
Oriented AI Coach), sebuah sistem AI yang dirancang menjadi pendamping
kesadaran belajar siswa SMA. M-COACH bukan pemberi jawaban instan,
melainkan pelatih refleksi yang membantu siswa memantau dan mengevaluasi
proses belajarnya agar PJJ lebih efektif dan adaptif.
PEMBAHASAN
M-COACH (Metacognitive-Oriented AI Coach) adalah sistem kecerdasan
buatan yang dimodifikasi sebagai pendamping belajar kita, terutama dalam konteks
pembelajaran jarak jauh. Berbeda dari aplikasi belajar yang berfokus pada
pemberian jawaban, M-COACH menekankan penguatan intropeksi, yaitu
kemampuan siswa merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses belajarnya.
Gagasan ini sejalan dengan temuan Harahap & Manurung (2023) bahwa
keberhasilan PJJ sangat membutuhkan self-regulated learning, serta Diantama
(2023) yang menunjukkan bahwa AI dapat meningkatkan motivasi dan efektivitas
belajar.
M-COACH bekerja melalui empat fungsi inti yang dapat dijalankan lewat
AI yang sudah ada. Pertama, Goal Planner membantu kita menetapkan tujuan
belajar yang jelas. Kedua, Strategy Recommender memberikan strategi belajar
yang dipersonalisasi, sejalan dengan temuan Hamida et al. (2025) bahwa AI mampu
menyesuaikan materi dan pendekatan sesuai kebutuhan tiap siswa. Ketiga, Progress
Monitor memantau ritme belajar melalui laporan singkat siswa sehingga AI dapat
memberi umpan balik ketika fokus mulai menurun. Keempat, Reflection Assistant
memandu refleksi pasca-belajar, sesuai pentingnya evaluasi diri yang ditegaskan
Putri et al. (2025). Seluruh fungsi ini dapat dilakukan melalui prompt sederhana
pada platform seperti ChatGPT, Perplexity, atau Gemini tanpa perlu membuat
aplikasi baru.
Contoh penerapannya cukup sederhana. Sebelum belajar, kita membuka
platform AI yang biasa gunakan seperti Perplexity atau ChatGPT, lalu
mengaktifkan peran M-COACH melalui prompt. Kita bisa menetapkan tujuan,
misalnya “memahami persamaan kuadrat”, kemudian menerima rekomendasi
strategi belajar yang sesuai. Setelah latihan, AI meminta refleksi singkat tentang
bagian tersulit dan strategi yang perlu diperbaiki. Dengan cara ini, siswa tidak
hanya menyelesaikan materi, tetapi juga belajar mengenali pola pikir dan kebutuhan
belajarnya sendiri tanpa memerlukan aplikasi baru.
PENUTUP
Berdasarkan pengalaman belajar jarak jauh dan berbagai temuan penelitian,
jelas bahwa tantangan utama kita siswa SMA bukan hanya memahami materi, tetapi
mengatur cara belajarnya sendiri. Karena itu, gagasan M-COACH hadir sebagai
sistem AI yang membantu siswa merencanakan tujuan, memilih strategi, memantau
progres, dan merefleksikan hasil belajar secara mandiri. Dengan perannya sebagai
pendamping metakognitif, M-COACH dapat membuat proses PJJ lebih terarah,
personal, dan efektif. Pada akhirnya, esai ini menegaskan bahwa peningkatan
produktivitas belajar tidak bergantung pada teknologi semata, tetapi pada
kemampuan kita memahami proses berpikirnya dan M-COACH menjadi
penghubung untuk membentuk kesadaran belajar tersebut
Komentar
Posting Komentar